Sekilas Tentang Jati

Siapa yang tak kenal jati, salah satu jenis pohon yang mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Tanaman yang terkenal karena kekuatan, keawetannya dan keindahannya ini memiliki nilai tinggi baik secara ekonomi maupun seni.

Tak heran jika jati, selalu menjadi pilihan utama bahan industri furnitur, mebel maupun bahan dasar kerajinan berkualitas.

Di Indonesia khususnya di pulau Jawa, hampir seluruh bangunan bersejarah selalu dimaknai dengan kehadiran kayu Jati. Hanya kayu jati pilihan berumur ratusan tahun yang kerap dipakai untuk saka, pintu, rana, usuk, mebel ukir dan juga perangkat gamelan. Bisa dimaklumi selain kuat dan indah, Jati juga dipercaya memilki kekuatan spiritual. Kata jati sendiri, dalam bahasa Jawa, berarti 'inti' atau 'yang sesungguhnya'. Tak mengherankan jika kemudian, jati banyak dijadikan identitas tempat maupun nama tokoh yang memiliki pamor tertentu.

Bicara soal pamor, hingga saat ini pamor kayu jati belum tertandingi oleh jenis kayu apapun. Begitu pula dari sisi harga. Kayu yang sering diibaratkan sebagai emas berdaun-berserat ini, dari tahun ke tahun, terus mengalami kenaikan harga. Puncaknya terjadi dalam dua dasawarsa terakhir. Seiring kemajuan industri mebel, kayu jati pun makin diminati pasar manca negara yang mengakibatkan harga kayu jati makin melonjak. Situasi demikian diperburuk dengan semakin berkurangnya ketersediaan lahan serta faktor lamanya masa panen.

Sebagai contoh, kebutuhan kayu jati dalam negeri yang mencapai angka 2.5 juta m3 per tahun hanya mampun dipenuhi sebanyak 0,75 juta m3 per tahun. Selisih kekurangan pasokan sebanyak 1.75 juta m3 per tahun tentu bukan jumlah yang sedikit. Juga tidak mudah menemukan pemecahannya, kecuali harus dicari bahan mebel alternatif selain jati. Namun justru disinilah letak tantangan dan sekaligus peluang usaha ini terbuka luas bagi kita.

Berangkat dari pemetaan masalah di atas, PT. Mahesa Alam Semesta telah membuka lahan penanaman Jati di daerah Jember, Bondowoso dan Situbondo yang secara khusus diperuntukan bagi masyarakat yang ingin ikut berinvestasi pada lahan "super produktif" jati unggul.

JUN umur 2 bulan

JUN umur 2 bulan
JUN umur 2 bulan

JUN umur 4 bulan

JUN umur 4 bulan
JUN umur 4 bulan

JUN umur 5 bulan

JUN umur 5 bulan
JUN umur 5 bulan

jun umur 3 tahun

jun umur 3 tahun
JUN umur 3 tahun

jun umur 3 tahun

jun umur 3 tahun
JUN umur 3 tahun

jun umur 4 tahun

jun umur 4 tahun
JUN umur 4 tahun